Aku tak mengerti dengan apa yg ada didalam pikirannya. Aku selalu tak mengerti dengan apa yg ia inginkan.
Haruskah aku mengalah terus demi apa yg ia inginkan? Tapi, aku lelah jika keinginan kami berdua sudah bertentangan. Aku tak ingin jika hal itu terjadi, pasti selalu pertengkaran yg ia dahulukan.
Taukah kamu sayang?
Pertengkaran ini aku tak mengharapkan itu terjadi. Tapi mengapa kamu selalu menginginkan pertengkaran itu terjadi padahal aku sudah mengalah demi dirimu dan hubungan kita.
Aku sudah tak sanggup jika harus bersamamu lagi dengan sifatmu yg begitu keras kepala dan selalu tidak bisa berfikiran dengan otak dingin.
Apa harus aku meninggalkanmu? Tapi, aku tak ingin meninggalkanmu.
7tahun sayang, itu pastinya bukan hitungan yg begitu sebentar. Apa 7tahun yg pernah kita lalui bersama dengan begitu banyak kenangan indah harus berakhir karena keegoisanmu sendiri?
Tapi, apa boleh buat. Jika kamu terus seperti itu, apa kamu tidak berfikir bagaimana dg perasaanku?
"Mungkin hubungan kita cukup sampai disini"
"Tapi sayang, apa salahku kepadamu?"
"Kamu masih tanya salahmu apa? Keegoisanmu itu yg membuat aku tak tahan akan sikapmu. Aku selalu mengalah demi hubungan kita agar tidak retak, tp kamu sendiri yg membuat aku seperti ini. Aku cape aku lelah jika terus-terusan mengalah. Apa kamu pernah merasakan apa yg aku rasakan saat kita bertengkar? Kamu selalu ingin pertengkaran itu terjadi padahal aku sudah mencoba supaya tidak bertengkar denganmu"
"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud seperti itu padamu. Aku tak ingin hubungan kita berakhir, aku tak ingin kamu pergi sayang"
Taukah kamu sayang? Pelukanmu itu yg selalu membuatku luluh saat amarahku datang. Amarahku redam seketika saat kau memelukku. Aku bingung apa yg harus aku lakukan.
Apakah aku harus benar-benar mengakhiri hubungan ini karena egoku yg tak menginginkan dia bersikap seperti itu? Ataukah aku tetap melanjutkan hubungan ini dengan berada disampingnya dengan keegoisannya yg cukup tinggi dan membuatku sakit?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar