Haloo selamat malam pelangiku.
Sedang apa kau disana?
Taukah kamu?
Aku begitu sangat senang sejak kamu selalu hadir menemani hariku.
Walau ku tau, aku belum bisa memilikimu.
Taukah kamu?
Saat kamu bilang punya rasa yang sama denganku.
Aku begitu senang. Duniaku sungguh melayang.
Ternyata kita pun punya rasa yang sama.
Dan kamu pun bukanlah orang yang salah untuk aku harapkan.
Yang pada akhirnya, aku dan kamu itu bisa menjadi kita :) | Ini tulisanku takkan bisa merubah apapun....
Rabu, 25 Desember 2013
Kamis, 19 Desember 2013
Untukmu, pelangiku.
Kau datang dan jantungku berdegup kencang
Kau buatku terbang melayang
Tiada ku sangka getaran ini ada
Saat jumpa yang pertama
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Could it be love
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Oh mungkinkah ini cinta
Kau buatku terbang melayang
Tiada ku sangka getaran ini ada
Saat jumpa yang pertama
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Could it be love
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Oh mungkinkah ini cinta
Akhirnya, akupun mencintaimu..
Pelangiku, sekarang kau selalu hadir walaupun aku tidak memilikimu.
Aku cukup sadar diri untuk tidak mencintai dirimu, tapi hatiku berkata lain pelangiku.
Aku takut kalau akhirnya, akupun mencintai dirimu.
Aku takut, perasaanku ini hanya bertepuk sebelah tangan.
Tapi aku tidak terlalu begitu mengharapkanmu, aku takut kamu tidak mengharapkanku juga.
Aku bingung.
Yang awalnya hanya sekedar mengagumimu saja, tapi kamu cukup bisa membuatku nyaman yang akhirnya aku menganggap ini lebih dari sekedar mengagumi.
Perasaan ini, aku sungguh tidak mengetahui nya pelangiku.
Terserah apa yang kamu katakan, jika seandainya kamu mengetahui perasaan yang lebih ini terhadapmu.
Maaf aku telah mencintaimu, pelangiku...
Aku cukup sadar diri untuk tidak mencintai dirimu, tapi hatiku berkata lain pelangiku.
Aku takut kalau akhirnya, akupun mencintai dirimu.
Aku takut, perasaanku ini hanya bertepuk sebelah tangan.
Tapi aku tidak terlalu begitu mengharapkanmu, aku takut kamu tidak mengharapkanku juga.
Aku bingung.
Yang awalnya hanya sekedar mengagumimu saja, tapi kamu cukup bisa membuatku nyaman yang akhirnya aku menganggap ini lebih dari sekedar mengagumi.
Perasaan ini, aku sungguh tidak mengetahui nya pelangiku.
Terserah apa yang kamu katakan, jika seandainya kamu mengetahui perasaan yang lebih ini terhadapmu.
Maaf aku telah mencintaimu, pelangiku...
Jumat, 13 Desember 2013
Mengagumi...
Senyuman mu itu yang membuatku kagum.
Hadirmu itu yang selalu membuatku tersenyum dan tertawa olehmu.
Sejak kehadiranmu itu, hidupku selalu penuh warna.
Bisa dibilang kamu itu sudah menjadi pelangiku.
Pelangi yang selalu hadir untuk membuat orang-orang senang dan suka akan kehadirannya.
Warnamu itu yang membuat orang-orang terkagum-kagum dan seolah-olah hanyut dalam warnamu itu.
Bahkan yang pada akhirnya aku begitu mengagumi mu.
Aku cukup tau, bahwa aku hanya sekedar mengagumi kehadiranmu tanpa harus bisa memilikimu.
Memilikimu untuk bisa berada disampingku, dipikiranku dan dihatiku :)
Hadirmu itu yang selalu membuatku tersenyum dan tertawa olehmu.
Sejak kehadiranmu itu, hidupku selalu penuh warna.
Bisa dibilang kamu itu sudah menjadi pelangiku.
Pelangi yang selalu hadir untuk membuat orang-orang senang dan suka akan kehadirannya.
Warnamu itu yang membuat orang-orang terkagum-kagum dan seolah-olah hanyut dalam warnamu itu.
Bahkan yang pada akhirnya aku begitu mengagumi mu.
Aku cukup tau, bahwa aku hanya sekedar mengagumi kehadiranmu tanpa harus bisa memilikimu.
Memilikimu untuk bisa berada disampingku, dipikiranku dan dihatiku :)
Kamis, 12 Desember 2013
Yang pada akhirnya kamu lebih memilih dia
Haloo harapanku.
Aku begitu mengharapkan sosokmu hadir dalam pikiranku lagi.
Aku begitu mengharapkan dirimu hadir disampingku, menemaniku lagi.
Disaat aku senang, sedih and anything.
Aku tau mungkin aku terlalu berharap menginginkanmu lagi.
Tapi hatiku memilihmu.
Aku pernah begitu sangat senang saat kamu mengutarakan semuanya padaku.
Yang katanya kamu mencintai dan menyayangiku.
Lambat laun, pernyataanmu itu akhirnya pudar.
Mencoba ku perbaiki untuk semuanya tidak berakhir.
Saat kau kenal dia, kau mengalihkan pandanganku untuk memandangnya.
Semuanya kau alihkan kepadanya.
Aku begitu sangat senang saat kamu bilang tak akan pernah meninggalkanku.
Tapi, saat aku bertanya siapa yang kau pilih.
Kamu hanya diam.
Dan, yang pada akhirnya kamu lebih memilih dia dibandingkan memilihku.
Aku begitu mengharapkan sosokmu hadir dalam pikiranku lagi.
Aku begitu mengharapkan dirimu hadir disampingku, menemaniku lagi.
Disaat aku senang, sedih and anything.
Aku tau mungkin aku terlalu berharap menginginkanmu lagi.
Tapi hatiku memilihmu.
Aku pernah begitu sangat senang saat kamu mengutarakan semuanya padaku.
Yang katanya kamu mencintai dan menyayangiku.
Lambat laun, pernyataanmu itu akhirnya pudar.
Mencoba ku perbaiki untuk semuanya tidak berakhir.
Saat kau kenal dia, kau mengalihkan pandanganku untuk memandangnya.
Semuanya kau alihkan kepadanya.
Aku begitu sangat senang saat kamu bilang tak akan pernah meninggalkanku.
Tapi, saat aku bertanya siapa yang kau pilih.
Kamu hanya diam.
Dan, yang pada akhirnya kamu lebih memilih dia dibandingkan memilihku.
Langganan:
Komentar (Atom)